Ayo, Dukung Anak Berkebutuhan Khusus!

Tanggal Posting : 13-7-2012

 

Memiliki anak sehat tentu menjadi harapan para orangtua. Namun, jika anak yang diharapkan tersebut memiliki kebutuhan khusus, apa yang harus dilakukan para orangtua?

Menurut psikolog anak dan remaja Dra. Ratu Adhe Wazna Sofwat, M.Psi., anak berkebutuhan khusus (ABK), memang memiliki kekurangan, tetapi ia juga pasti memiliki satu kelebihan. Nah, kelebihan inilah yang harus digali melalui dukungan keluarga.

“Jangan ditolak. Jangan merasa malu memiliki anak berkebutuhan khusus,” katanya dalam diskusi pada pembukaan Klinik Tumbuh Kembang Ruwivito Harun Evasari (RHE), Jakarta Pusat.

Sayangnya, kebanyakan orangtua merasa malu memiliki ABK sehingga menyembunyikannya dari lingkungan pergaulan. Keadaan ini akan menambah buruk kondisinya. Sebab, ABK membutuhkan lingkungan yang menerimanya agar energi positf mengalir sehingga ia akan memiliki rasa percaya diri.

“Jika ditolak dan disembunyikan dari lingkungan pergaulan, anak tersebut akan tambah menjadi penakut, terpuruk, tergantung, dan tantrum,” kata Adhe.

Oleh karena itu, para keluarga dengan ABK perlu memberikan dukungan berupa:

1. Memupuk keterlibatan emosi antar-anggota keluarga.

2. Menciptakan komunikasi yang saling mendukung antar-anggota keluarga.

3. Mengajarkan keterampilan hidup sehari-hari melalui contoh.

4. Melibatkan anggota keluarga yang lain dalam melatih ABK.

5. Menanamkan rasa saling mengasihi dan menyayangi antarsaudara (mila/visualphotos)